Tampilkan postingan dengan label Ini Dia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Dia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Dewi Purnamasari

Siapa sih yang nggak kenal sama Dewi Purnamasari? Yups,dia adalah ketua OSIS SMAGA tahun 2010/2011. Cewek kelahiran Ponorogo, 04 Juni 1993 ini mengatakan selama menjadi ketua OSIS,ia merasakan banyak suka duka,diantaranya ia bisa ngumpul dengan teman-teman OSIS yang lain dan dapat mencari pengalaman sebanyak mungkin. Kalau dukanya yaitu pulangnya paling akhir di antara siswa-siswa SMAGA yang lain dan sering ketinggalan pelajaran saat ada kegiatan OSIS di luar. Tapi ia mampu untuk mengejar ketinggalan tersebut.
Cewek yang tinggal di Desa Sawoo ini baru aktif dalam OSIS ya di SMA ini. Di SMP dia tidak ikut OSIS malahan. Katanya saat SMA,ia merasa tertarik untuk terjun ke organisasi OSIS.
Awalnya ia tidak menyangka kalau terpilih menjadi ketua OSIS. Sangat luar biasa  ketika sebuah amanah yang wajib ia laksanakan selama satu periode untuk memimpin OSIS SMA Negeri 3 Ponorogo menjadi yang lebih baik lagi.

Event-event yang pernah diadakan selama ia menjadi ketua OSIS yaitu SMAGACUP dan LAST MOMENT (LM) yang beda dengan tahun-tahun sebelumnya.Menurut Dewi, kegiatan SMAGACUP sangat berkesan bagi kepengurusan OSIS tahun ini karena bisa menambahkan  futsal untuk tahun pertama, sehingga SMAGACUP memiliki empat kegiatan yaitu futsal, volly, cheerleaders, dan modern dance, serta diadakan selama dua minggu dan dapat berjalan dengan baik dan lancar.Acara Last Moment juga berjalan dengan lancar dan mengesankan bagi kakak-kakak yang sudah lulus dengan bintang tamu “Shaggydog”.

Kesan selama menjadi ketua OSIS, ia bisa membangun kerjasama dan kebersamaan khususnya dengan seluruh pengurus OSIS periode 2010/2011 serta bisa membangun koordinasi dengan Bapak/Ibu Guru.
Hal yang tidak ia lupakan waktu event SMAGACUP dan proses sebelum SMAGACUP karena pulangnya malam-malam.
Ditanya tentang perubahan SMAGA selama ia menjadi ketua OSIS,Dewi menjawab bahwa OSIS hanya bisa membantu dalam perubahan event-event yang membawa nama SMAGA lebih baik lagi.

Pesan Dewi untuk OSIS yang baru yaitu lengkapi kekurangan-kekurangan periode sebelumnya,jaga kekompakan, selalu berprinsip keterbukaan dan transparan dalam berorganisasi serta utamakan pelajaran akademik meskipun sesibuk apapun kalian.

Tut Fatul Kholifah

Siapa sih yang gak kenal sama Tutfatul Kholifah? Cewek yang kalem, pintar, dan ramah ini biasa dipanggil Tutfatul. Ia lahir di Pacitan pada tanggal 19 Februari 1994. Menulis adalah hobinya. Siswi XII IPA4 ini sangat menyukai pelajaran biologi, karena menurutnya biologi itu pelajaran yang menarik.

Cewek berjilbab ini sudah pernah menyumbangkan beberapa piala untuk SMAN 3 Ponorogo lewat extrakurikuler KIR. Diantaranya yaitu juara I LKTI di ITS tingkat sejawa-Bali dan juara II LKTI Ekonomi Perbankan di Bank Indonesia. Untuk mempersiapkan perlombaan ia rela pulang sore dan kurang istirahat. Namun usahanya tersebut tidak sia-sia karena ia membuahkan hasil. Sewaktu ia mengikuti lomba, ia memiliki pengalaman menarik yaitu nervous tetapi  tetap berusaha menguasai diri. Ia juga mendapat hal-hal baru dan teman-teman baru. Lewat prestasinya tersebut ia mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia. Dan prestasinya yang paling gress adalah juara I KIR tingkat nasional pada tanggal 10 November yang lalu bersama  temannya Anugrah Tamam Basroni dan Dian Aulia. Mereka berhasil menyisihkan 117 karya tulis dari berbagai peserta yang tersebar di seluruh nusantara.

Keberhasilan yang ia capai itu berkat arahan dan motivasi dari pembimbing KIR yaitu Bu Sri Hayati. Selain itu ia juga didukung oleh orangtua dan teman-temannya. Ia sangat bersyukur bisa mengharumkan nama  SMAN 3 Ponorogo.  “Saya bersyukur bisa mengharumkan nama baik SMAN 3 Ponorogo dan saya akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi”, tuturnya.

Cewek yang bercita-cita menjadi dokter ini sekarang sedang sibuk mengerjakan tugas dan belajar untuk menghadapi ujian. Setelah lulus nantinya ia ingin melanjutkan ke UNS.

Jumat, 06 April 2012

GURU BIOLOGIKU

Kalian pasti tahu kan, guru yang bernama Bu Sri Hayati ?? Bu Sri, begitulah siswa-siswi SMAN 3 Ponorogo biasa memanggilnya. Beliau lahir di Pacitan 22 Januari 1962 yang sekarang tinggal di Perumahan Kertosari Indah Blok B/20. Sikap ramah dan tegas selalu tampak pada diri Bu Sri.

Bu Sri menyelesaikan pendidikan D3 di IKIP Surabaya. Setelah itu beliau mendapatkan beasiswa dari bank dunia untuk melanjutkan pendidikan S1 di IKIP Malang. Guru yang hobi memasak ini memulai karirnya sebagai guru biologi di SMA Slahung. 16 tahun beliau mengajar di sana, mulai dari tahun 1984 sampai tahun 2000. Selama mengajar di SMA Slahung beliau membimbing Karya Tulis.

Di Smaga, guru Biologi ini bisa dikatakan salah satu orang berjasa. Beliau adalah seorang perintis terbentuknya kembali ekstrakurikuler KIR di Smaga yang dulu sempat mati. Beliau memulainya dari nol hingga seperti sekarang ini. “Saya menghidupkan kembali ekstrakurikuler KIR di Smaga yang dulu sudah pernah ada tetapi mati,” tutur Bu Sri.

Pembimbing KIR ini berharap semoga SMAN 3 Ponorogo tetap menjadi SMA yang eksis di masyarakat dan menjadi SMA yang nomor 1. Beliau adalah orang yang sangat disiplin dalam segala hal. Beliau juga berpesan bahwa keberhasilan itu harus diawali dengan kedisiplinan dalam segala hal.

Kepala Sekolahku yang Ramah

Pak Siswanto, seorang kepala sekolah yang disegani oleh seluruh warga SMAN 3 Ponorogo. Sosok yang ramah & murah senyum ini telah memberikan banyak perubahan yang nyata selama ia menjabat. Perubahan dalam bentuk fisik berupa bangunan Aula yang baru, delapan ruang kelas baru, pagar sekolah, lapangan tenis, ruang BP, wall climbing. Perubahan dalam bentuk prestasi seperti halnya KIR dan Bahasa Inggris.

Dari berbagai tempat yang ada di SMAGA, Pak Sis sangat menyukai lapangan Tenis. Menurutnya, lapangan Tenis di SMAGA paling bagus dari sekolah-sekolah lain. Selain itu, Pak Sis bisa memanfaatkan lapangan tersebut untuk berolahraga.

Selama menjabat menjadi Kepala Sekolah, Pak Siswanto bangga dengan siswa-siswi SMAGA karena, baik, sopan dan kenakalannya relative kecil, hal itu terbukti pada saat pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin, sikap siswa-siswi terlihat cukup tertib.

Ada kebanggaan di hati Pak Sis saat menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAGA, ia bisa membawa sekolah ini menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal sarana prasana juga prestasi siswa yang terus meningkat.

Namun, masih banyak impian Pak Sis di SMAGA yang belum terlaksana antara lain : memaving bagian tengah taman, menata lingkungan sekolah sehingga siswa menjadi lebih nyaman, menata tempat-tempat olahraga dan menempatkannya di halaman belakang sekolah, memperluas tempat parkir, menambah fasilitas kamar mandi dan ruang ganti siswa, membangun gazebo dan lainnya.

Beberapa hal dari SMAGA yang perlu diperbaiki menurut Pak Sis, adalah kualitas pembelajaran, pelaksanaan KBM, dan berbagai sarana yang mendukung.

Hal yang paling sulit dilupakan oleh Pak Sis adalah keakraban seluruh warga SMAGA, kekeluargaan dan kehangatan dalam bergaul.

Kesan Pak Sis saat pertama kali datang di SMAGA, beliau merasa senang sekali karena siswa tiap pagi selalu menjabat tangan Bapak Ibu guru, yang berdampak kebiasaan siswa menjadi lebih sopan dan hormat. Siswa-siswi SMAGA sangat welcome dengan kehadiran Pak Sis. Ditambah dengan Bapak Ibu guru, komite & wali murid yang sangat mendukung Pak Sis dalam melaksanakan progam-progam di SMAGA yang sudah direncanakan.

Pesan-pesan Pak Siswanto untuk SMAGA yaitu, pada saat Pak Sis sudah purna tugas, SMAGA bisa semakin maju, disegani, diperhitungkan, banyak diminati, prestasi di bidang akademik dan nonakademik semakin maju. Pesan Pak Sis untuk siswa-siswi khususnya kelas XII semoga lulus semua, banyak diterima di perguruan tinggi negeri/swasta, dapat meraih cita-cita, & tetap mencintai SMAGA sebagai alumni. Pesan untuk guru & karyawan agar ditanamkan motto yaitu “KEHADIRANKU ADALAH IBADAHKU”.

Pak Sis memang pribadi yang ramah, sederhana, dan menyenangkan. Dari kesederhanaan yang dimiliki beliau, kami menemukan sosok suri tauladan yang baru.


Terimakasi Pak Siswanto, atas segala pengabdian dalam memajukan SMAN 3 Ponorogo. Kami mungkin tak akan mendapatkan sosok figure yang ramah dan sederhana seperti Pak Sis. Kami akan selalu merindukanmu

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes